Senin, 20 Februari 2012

Dia

Dia
Dia yang kau cinta
Tak kan pernah terasa jauh
Dimanapun ia berada
Namun, jika ia benar-benar tiada
Akankah kau merelakannya?
Akankah kau membiarkannya pergi
Dan menjadi seberkas kenangan
Ataukah membiarkannya tetap hidup
Dan menjadi bagian dari harimu
Selamanya?
Pernahkah kau merasakannya?
Merasakan orang yang tak kan pernah kau gapai
Berada di sisimu
Dan menjadi pelipur dukamu
Pernahkah kau merasakannya?
Merasakan orang yang begitu jauh dan tak terjangkau
Berada di sampingmu
Dan memberimu senyuman terindahnya?
Sehingga kau merasa kalian begitu dekat
Sehingga au merasa ia begitu nyata
Hingga kau merasa ia benar-benar ada?
Pernahkah kau merasa?

Merapuh


Merapuh…
Dalam bulit kenangan yang terasap rindu itu
Lantunan cerita menuntun bahagia, di awal
Dentingnya menghembuskan senyum; bahagia
Malam terlalu cepat datang, layaknya waktu yang tak pernah lambat
Ia gelap dalam kelamnya
Sial! Tak ada bintang; sesat menapaki raga yang belum bertaut sempurna
Dan hilang
Merapuh…
Lirih-lirih desau yang menggetarkan tentang kenangan
Pedulikah ia? … ia lebih peduli tentang bintang-bintang baru dalam rasi hatinya
Merapuh… perlahan
Bukan titik air
Hanya senyap asa yang pudar.. menyatu dengan udara
Menggigil untuk bertahan, di jalan setapak itu

Bisikan Bercerita


Semua berhenti
Disini, di titik ini
Semua tak lagi ada
Aku pergi
Desau-desau angin membisu
Sampaikanlah sejuta rasa itu
Biar hilang.. asal ada
Biar disini.. selamanya
Bersatulah dengan kepak-kepak tak terlihat
Terbanglah dan tak usah kembali
Seperti waktu
Alunan detik yang ku risaukan
Cerita-cerita tanpa akhir
Gumulan segala pedih
Kosong..
Diam dan tak bermakna
Kisah tanpa pemain
Hentikanlah nyanyianmu
Aku tak lagi akan mengiringi
Tidak hari ini seperti kemarin
Berhentilah tertawa, berhentilah
Meski sanggup, aku tak mau
Menjamahmu adalah pelangi semu
Petikan dawai harus lebih dari satu
Dan biarkan ia memenuhi
Semua sudut yang hanya kita yang mengerti
Ketakutanku, keraguanku
Hening
Kosong